KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami
dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah
ini kami membahas mengenai “Pemuda dan Sosialisasi”.
Makalah ini dibuat dengan bantuan dari berbagai
pihak, terutama dosen pengampu mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)
yaitu Murdiningsih S.Pd, M.Si. Dalam membantu menyelesaikan makalah ini.
Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami sebagai penyusun menyadari bahwa dalam
penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu penyusun sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya
makalah ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan wawasan yang lebih luas bagi
pembaca.
DAFTAR ISI
Halaman
Judul.......................................................................................................
i
Kata
Pengantar......................................................................................................
ii
Daftar
Isi...............................................................................................................
iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang...........................................................................................
1
B.
Rumusan
masalah......................................................................................
1
C.
Tujuan
penulisan........................................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Internalisasi,
Belajar dan Spesialisasi...................................... 2
A.1 Pengertian
Internalisasi.....................................................................
2
A.2 Pengertian
Belajar.............................................................................
3
A.3 Pengertian Spesialisasi.......................................................................
3
B. Pemuda dan
identitas................................................................................
4
C. Perguruan dan
Pendidikan........................................................................
9
C.1 Pengertian
pendidikan dan perguruan tinggi..................................... 9
C.2 Alasan untuk
berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi........... 10
D. Peranan Pemuda dalam
Masyarakat.......................................................... 13
D.1 Peran pemuda dalam
masyarakat...................................................... 14
D.2 Asas pembinaan dan
pengembangan generasi muda......................... 15
D.3 Arah pembinaan dan
pengembangan generasi muda........................ 15
D.4 Jalur Pembinaan dan
Pengembangan Generasi Muda....................... 15
D.5 Peranan mahasiswa dalam
masyarakat.............................................. 16
D.6 Reposisi Gerakan
Pemuda................................................................. 17
BAB III PENUTUP
Kesimpulan............................................................................................................
19
Daftar Pustaka.......................................................................................................
21
Biodata..................................................................................................................
23
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah pemuda merupakan
masalah yang abadi dan selalu dialami oleh setiap generasi dalam hubungannya
dengan generasi yang lebih tua. Masalah-masalah pemuda ini disebakan karena
sebagai akibat dari proses pendewasaan seseorang, penyusuan diri dengan situasi
yang baru dan timbulah harapan setiap pemuda karena akan mempunyai masa depan
yang baik daripada orang tuanya. Proses perubahan itu
terjadisecaralambatdanteratur(evolusi)Sebagian besar pemuda mengalami pendidikan
yang lebih daripada orang tuanya. Orang tua sebagai pemberikan bimbingan, pengarahan, karena
merupakan norma-norma masyarakat, sehingga dapat dipergunakan dalam hidupnya.
Banyak sekali masalah yang tidak terpecahkan karena kejadian yang menimpa mereka
belum pernah dialami dan diuangkapkannya.
Dewasa ini umum dikemukakan bahwa secara biologis dan politis serta fisik seorang pemuda sudah dewasa akan tetapi secara ekonomis, psikologis masih kurang dewasa.
Dewasa ini umum dikemukakan bahwa secara biologis dan politis serta fisik seorang pemuda sudah dewasa akan tetapi secara ekonomis, psikologis masih kurang dewasa.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian internalisasi,
belajar dan spesialisasi?
2. Bagaimana gambaran pemuda dan
identitasnya?
3. Apa pengertian perguruan dan
pendidikan?
4. Bagaimana peranan pemuda dalam
masyarakat?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian
internalisasi, belajar dan spesialisasi.
2. Untuk mengetahui gambaran
pemuda dan identitsnya.
3. Untuk mengetahui pengertian
perguruan dan pendidikan
4. Untuk mengetahui peranan
pemuda dalam masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Internalisasi, Belajar dan Spesialisasi
A.1 Pengertian Internalisasi
v Secara epistimologi Internalisasi berasal dari kata intern atau kata
internal yang berarti bagian dalam atau di dalam. Sedangkan internalisasi
berarti penghayatan (Peter and Yeni, 1991: 576).
v Internalisasi adalah penghayatan terhadap suatu ajaran, doktrin atau nilai
sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan kebenaran doktrin atau nilai
yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002:
439).
v Internalisasi adalah pengaturan kedalam fikiran atau kepribadian, perbuatan
nilai-nilai, patokan-patokan ide atau praktek-praktek dari orang-orang lain
menjadi bagian dari diri sendiri (Kartono, 2000: 236).
Jadi, Internalisasi adalah
proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusionalisasi
saja, akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarahdaging dalam jiwa
anggota –anggota masyarakat.
Norma –norma ini kadang-kadang dibedakan antara
norma-norma :
1) Norma yang mengatur pribadi
yang mencakup kepercayaan yang bertujuan agar manusia beriman dan norma
kesusilaan yang bertujuan agar manusia berhati nurani yang bersih.
2) Norma-norma yang mengatur
hubungan pribadi, mencakup kaidah kesopanan dan kaidah hukum serta mempunyai
tujuan agar manusia bertingkah laku yang baik dalam pergaulan hidup dan
bertujuan untuk mencapai kedamaian hidup.
A.2 Pengertian Belajar
v Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk
memperoleh suatu perubahan tingkah laku, pengetahuan, pemahaman, keterampilan,
dan nilai-sikap yang tidak disebabkan oleh pembawaan, kematangan, dan
keadaan–keadaan sesaat seseorang, namun terjadi sebagai hasil latihan dalam
interaksi dengan lingkungan.
v Belajar adalah suatu aktivitas yang di dalamnya terdapat sebuah proses dari
tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, tidak bisa menjadi
bisa untuk mencapai hasil yang optimal
v Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi
perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.
v Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.
Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan
perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang
berupa stimulus dan output yang berupa respon.
A.3 Pengertian Spesialisasi.
v Pengahlian dl suatu cabang ilmu, pekerjaan, kesenian, dsb
v Proses mendesain subgrup di dalam suatu entity.
v penggunaan sumber daya produksi
tertentu khusus untuk pembuatan ja-jaran produk yg terbatas;
Ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya
memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui
interaksi sosial.
v Istilah internasilasasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang
menginternasilasikan norma-norma tersebut.
v Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak
dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu.
v Istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yagn telah dimiliki oleh
seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.
B. Pemuda dan
Identitas
Pemuda merupakan generasi penerus sebuah bangsa, kader bangsa, kader masyarakat
dan kader keluarga.Pemuda selalu diidentikan dengan perubahan, betapa tidak
peran pemuda dalam membangun bangsa ini, peran pemuda dalam menegakkan
keadilan, peran pemuda yang menolak kekeuasaan.Telah kita
ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu
dikaitkan dengan masalah dan merupakan beban modal bagi para pemuda. Tetapi di
lain pihak pemuda juga menghadapi pesoalan seperti kenakalan remaja,
ketidakpatuhan kepada orang tua, frustasi, kecanduan narkotika, masa depan
suram. Semuanya itu akibat adanya jurang antara keinginan dalam harapan dengan
kenyataan yang mereka hadapi. Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang
mengalami ”moratorium”. Moratorium adalah masa persiapan yang diadakan
masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda dalam waktu tertentu mengalami perubahan.
Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yakni:
Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yakni:
1. Sosial
psikologi
2. sosial budaya
3. sosial
ekonomi
4. sosial
politik
Masalah-masalah
yang menyangkut generasi muda dewasa ini adalah:
a. Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di
kalangan generasi muda
b. Kekurangpastian
yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
c. Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang
tersedia
d. Kurangnya
lapangan dan kesempatan kerja.
e. Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan
kecerdasan
f. Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur
g. Adanya
generasi muda yang menderita fisik dan mental
h. Pergaulan
bebas
i. Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan narkotika
j. Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut generasi muda.
Pemuda dalm
pengertian adalah manusia-manusia muda, akan tetapi di Indonesia ini sehubungan
dengan adanya program pembinaan generasi muda pengertian pemuda diperinci dan
tersurat dengan pasti.
Ditinjau
dari kelompok umur, maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut :
Masa
bayi
: 0 – 1 tahun
Masa
anak
: 1 – 12 tahun
Masa
Puber
: 12 – 15 tahun
Masa Pemuda : 15 – 21
tahun
Masa dewasa :
21 tahun keatas
Dilihat dari segi budaya atau fungsionalya maka
dikenal istilah anak, remaja dan dewasa, dengan perincian sebagia berikut :
Golongan anak : 0 – 12 tahun
Golongan remaja : 13 – 18 tahun
Golongan dewasa : 18 (21) tahun keatas
Usia 0-18 tahun adalah merupakan sumber daya
manusia muda, 16 – 21 tahun keatas dipandang telah memiliki kematangan pribadi
dan 18(21) tahun adalah usia yang telah diperbolehkan untuk menjadi pegawai
baik pemerintah maupun swasta
Dilihat dari segi ideologis
politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena
merupakan calon pengganti generasi terdahulu.
Pengertian pemuda berdasarkan
umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada terdiri atas 3
katagori yaitu:
1. Siswa, usia antara 6 – 18 tahun, masih duduk di bangku sekolah
2. Mahasiswa usia antara 18 – 25 tahun beradi di perguruan tinggi dan akademi.
3. Pemuda di luar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang
berusia 15 – 30 tahun keatas.
Akan tetapi, apabila melihat peran pemuda
sehubungan dengan pembangunan, peran itu dibedakan menjadi dua yaitu
1. Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan
tuntutan-tuntutan lingkungan. Pemuda dalam hal ini dapat berperan sebagai penerus
tradisi dengan jalan menaati tradisi yang berlaku
2. Didasarkan atas usaha menolak menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Peran pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap, yaitu : pertama jenis
pemuda “pembangkit” mereka adalah pengurai atu pembuka kejelasan dari
suatu masalah sosial. Mereka secara tidak langsung ktu mengubah masyarakat dan
kebudayaan. Kedua pemuda pdelinkeun atau pemuda nakal. Mereka tidak berniat
mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya berusaha
memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tidnakan menguntungkan bagi dirinya, sekalipun dalam kenyataannya
merugikan. Ketiga, pemuda radikal. Mereka berkeinginan besar untuk mengubah
masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner.
Kedudukan pemuda dalam
masyarakat adalah sebagai mahluk moral, mahluk sosial.Artinya beretika,
bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan
pengoreksi.Sebagai mahluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri,
hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian,
dan pandangan hidup yagn dianut masyarakat.Sebagai mahluk individual artinya
tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai ras tanggung jawab
terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap Tuhan Yang maha Esa.
C. Perguruan dan Pendidikan
C. 1 Pengertian
pendidikan dan perguruan tinggi
Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki ilmu di bidang keinginannya masing-masing agar
bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa.Sedangkan perguruan
tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi disebut
Mahasiswa sedangkan tenaga pendidikan perguruan tinggi disebut dosen.disinilah
seseorang dapat mengembangkan lebih dalam lagi ilmu-ilmu yang telah didapat
dari pendidikan sebelumnya (SD,SMP,SMA), yang akan berpeluang besar
menggantikan generasi sebelumnya, dan dapat memajukan bangsa dan negaranya.
a) Pendidikan Formal
Basic
Memorandum memuat hal-hal sebagai berikut :
1) Sekolah hendaknya merupakan
bagian integral dari masyarakat sekitarnya.
2) Sekolah hendaknya
berorientasikan kepada pembangunan dan kemajuan.
3) Sekolah hendaknya mempunyai
kurikulum, metode mengajar dan program yang menyenangkan menantang dan cocok
dengan tujuannya.
b) Pendidikan Non Formal
Pendidikan non formal adalah pendidikan yang dilakukan secara teratur,
dengan sadar dilakukan, tetapi tidak terlalu ketat mengikuti
peraturan-peraturan yang tepat, seperti pada pendidikan formal di sekolah.
c) Pendidikan Informal
Pendidkan Informal yakni pendidikan yang diperoleh seseorang berdasarkan
pengalaman dalam hiduo sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, sejak seorang
lahir sampai ke liang kubur, didalam lingkungan keluarga, masyarakat atau dalam
lingkungan pekerjaan sehari-hari.
d) Lembaga-lembaga Pendidikan
dibawah Departemen dan Nondepartemen.
C. 2 Alasan untuk berkesempatan
mengenyam pendidikan tinggi
Mengapa
semua individu khususnya di Indonesia wajib mengenyam pendidikan selama 12
tahun?maka jika tidak, akan terjadi akibat seperti Pengangguran Semakin Banyak,
Generasi Muda tidak ada, perampokan, pembunuhan dan lain sebagainya.
(Menakutkan bukan) faktor: hanya karena pendidikan yang mahal.
Syukurlah pemerintah punya program sekolah gratis selama 9 tahun, “itu
setahu saya karna saat SMA saya masih bayar”. Jadi kesimpulannya mengapa
individu harus mengenyam pendidikan adalah karna setiap individu harus
sekolah Minimal selama 12 tahun agar disaat seseorang beranjak dewasa,
seseorang itu dapat bermanfaat sebagai pemuda yang aktif didalam lingkungan
masyarakat dan akan menjadi Generasi Penerus yang akan menjadi Pemimpin yang
baik mengerti rakyat dan memajukan bangsa ini ke arah yang lebih baik.
Jika
berbicara tentang pendidikan dan perguruan.Akhir-akhir ini dunia pendidikan dan
perguruan bisa dibilang mengalami kemunduran, banyak faktor penyebab dari semua
itu. Mulai dari sikap para pendidik yang bisa dibilang terkadang tidak jujur
dan terlalu santai dalam mengajar atau dari pada muridnya sendiri yang memang
malas. . .
Kalau kita bertanya salah siapa kah itu?siapayang harus bertanggung jawab? Untuk menjawab hal itu kita harus menguraikan dari awal, perguruan dan pendidikan bukan hanya di sekolah melainkan di rumah dan lingkungan sekitar juga.Mengapa demikian?
Memang benar sekolah merupakan wadah pendidikan dan perguruan, akan tetapi jangan salah di rumah pun juga merupakan tempat dimana kita bisa memperoleh pendidikan dan perguruan.
Kalau kita bertanya salah siapa kah itu?siapayang harus bertanggung jawab? Untuk menjawab hal itu kita harus menguraikan dari awal, perguruan dan pendidikan bukan hanya di sekolah melainkan di rumah dan lingkungan sekitar juga.Mengapa demikian?
Memang benar sekolah merupakan wadah pendidikan dan perguruan, akan tetapi jangan salah di rumah pun juga merupakan tempat dimana kita bisa memperoleh pendidikan dan perguruan.
Untuk itu
haruslah ada kerjasama yang baik antara orang tua dan para guru yang ada
disekolah, orang tua juga harus bisa menanamkan pendidikan moral dari mulai
anak itu lahir dan hingga dewasa.Di sekolah para guru juga harus bisa
mengontrol para murid untuk melakukan tugas-tugas sebagai murid.Karena itulah
guru sering di sebut orang tua kedua.
Dunia
pendidikan dan perguruan merupakan dunia yang sangat dibutuhkan oleh setiap
orang sayangnya banyak orang yang tidak mampu untuk mengenyam bangku
pendidikan.Siapa yang salah?Pertanyaan itu kembali muncul.Tidak ada yang salah
melainkan kurang perhatiannya pemerintah akan rakyat kecil di luar sana.
Padahal tanpa disadari banyak anak-anak yang pintar di luar sana yang tidak
bisa menyalurkan kepintaran mereka dikarenakan tidak adanya biaya. Kebanyakan
para petinggi-petinggi negara terutama di Negara kita hanya memikirkan dirinya
sendiri.Mereka tidak pernah memerhatikan masalah pendidikan di negeri ini.
Banyak dari mereka yang menggunakan uang negara hanya untuk kepentingan
sendiri, bukankah lebih baik mereka menggunakan uang itu untuk meningkatkan
kualitas pendidikan di negeri tercinta kita ini.Kita bisa ambil contoh yaitu
disaat banyak bangunan sekolahan yang rusak tetapi mereka enak-enakan duduk
sambil bersantai di bawah bangunan yang mewah. Di saat banyak para generasi
muda yang putus sekolah bahkan sampai ada yang tidak sekolah karena tidak
mempunyai uang untuk membiayai pendidikannya tetapi mereka hanya
menghambur-hamburkan uang negara.
Apakah itu
yang dinamakan pemimpin yang bertanggung jawab?
pasti tidak kan, mau jadi apa suatu negara apalagi generasi muda jika pemimpin-pemimpinnya saja begitu. Bukankan lebih baik jika mereka menggunakan uang yang dianggarkan untuk pendidikan dengan semestinya, seperti untuk memperbaiki bangunan yang rusak atau bahkan membuat yang baru, menolong anak-anak yang putus sekolah dan anak-anak yangkurang mampu dengan jalur beasiswa, meningkatkan kualitas pengajar, dan lain-lain.Memang di beberapa daerah sekolah sudah mulai gratis.Kita ambil saja contohnya Jakarta.Sekarang tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Perguruan (SMP) sudah gratis. Tapi apakah hal itu merupakan yang terbaik buat pendidikan di masa depan. Karena dari yang saya perhatikan dengan sekolah gratis ini malah membuat para siswa malas, mereka berfikir "sekolah gratis ini, jadi ngapain belajar sungguh-sungguh, santai aja kali". Apakah kalian berfikir begitu...???
Tapi hal itu tergantung kepada pemikiran individu masing-masing.Di sinilah peran orang tua yang sesungguhnya. Bagaimana orang mulai menanamkan sifat akan pentingnya pendidikan. Selain itu pergaulan dan lingkungan sekitar juga sangat berperan dalam membuat kepribadian seseorang agar dapat berfikir bahwa pendiikan merupakan hal yang sangat penting di masa depan kelak.
pasti tidak kan, mau jadi apa suatu negara apalagi generasi muda jika pemimpin-pemimpinnya saja begitu. Bukankan lebih baik jika mereka menggunakan uang yang dianggarkan untuk pendidikan dengan semestinya, seperti untuk memperbaiki bangunan yang rusak atau bahkan membuat yang baru, menolong anak-anak yang putus sekolah dan anak-anak yangkurang mampu dengan jalur beasiswa, meningkatkan kualitas pengajar, dan lain-lain.Memang di beberapa daerah sekolah sudah mulai gratis.Kita ambil saja contohnya Jakarta.Sekarang tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Perguruan (SMP) sudah gratis. Tapi apakah hal itu merupakan yang terbaik buat pendidikan di masa depan. Karena dari yang saya perhatikan dengan sekolah gratis ini malah membuat para siswa malas, mereka berfikir "sekolah gratis ini, jadi ngapain belajar sungguh-sungguh, santai aja kali". Apakah kalian berfikir begitu...???
Tapi hal itu tergantung kepada pemikiran individu masing-masing.Di sinilah peran orang tua yang sesungguhnya. Bagaimana orang mulai menanamkan sifat akan pentingnya pendidikan. Selain itu pergaulan dan lingkungan sekitar juga sangat berperan dalam membuat kepribadian seseorang agar dapat berfikir bahwa pendiikan merupakan hal yang sangat penting di masa depan kelak.
Untuk itu
dari sekarang mulailah bersama-sama kita tanamkan niat dan tekad untuk
memperbaiki dunia pendidikan dan perguruan yang ada di bangsa ini. Agar bangsa
kita dapat bersaing dengan negara-negara lain. Dan tunjukan bahwa kita generasi
muda Indonesia yang cerdas dan pintar.
D. Peranan Pemuda dalam
Masyarakat
Pemuda merupakan generasi penerus sebuah
bangsa, kader bangsa, kader masyarakat dan kader keluarga.Pemuda selalu
diidentikan dengan perubahan betapa tidak, peran pemuda dalam membangun bangsa
ini, peran pemuda dalam menegakkan keadilan, peran pemuda yang menolak kekuasaan.
Sejarah telah mencatat kiprah pemuda-pemuda yang
tak kenal waktu yang selalu berjuang dengan penuh semangat biarpun jiwa raga
menjadi taruhannya.Indonesia merdeka berkat pemuda-pemuda Indonesia yang
berjuang seperti Ir. Sukarno, Moh. Hatta, Sutan Syahrir, Bung Tomo dan
lain-lain dengan penuh semangat perjuangan.
Satu tumpah darah, satu bangsa dan satu bahasa
merupakan sumpah pemuda yang di ikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928.Begitu
kompaknya pemuda Indonesia pada waktu itu, dan apakah semangat pemuda sekarang
sudah mulai redup, seolah dalam kacamata negara dan masyarakat seolah-olah atau
kesannya pemuda sekarang malu untuk mewarisi semangat nasionalisime.Hal
tersebut di pengaruhi oleh Globalisasi yang penuh dengan tren.
Bung Hatta & Syahrir seandainya mereka masih
hidup pasti mereka menangis melihat semangat nasionalisme pemuda Indonesia
sekarang yang selalu mementingkan kesenangan dan selalu mementikan diri
sendiri.Sekarang Pemuda lebih banyak melakukan peranan sebagai kelompok politik
dan sedikit sekali yang melakukan peranan sebagai kelompok sosial, sehingga
kemandirian pemuda sangat sulit berkembang dalam mengisi pembangunan ini.
Peranan pemuda dalam sosialisasi bermasyrakat
sungguh menurun dratis, dulu biasanya setiap ada kegiatan masyarakat seperti kerja
bakti, acara-acara keagamaan, adat istiadat biasanya yang berperan aktif dalam
menyukseskan acara tersebut adalah pemuda sekitar.Pemuda sekarang lebih suka
dengan kesenangan, selalu bermain-main dan bahkan ketua RT/RW nya saja dia
tidak tahu.Kini pemuda pemudi kita lebih suka peranan di dunia maya ketimbang
dunia nyata. Lebih suka nge Facebook, lebih suka aktif di mailing list, lebih
suka di forum ketimbang duduk mufakat untuk kemajuan RT, RW, Kecamatan,
Provinsi bahkan di tingkat lebih tinggi adalah Negara.
Selaku Pemuda kita dituntut aktif dalam
kegiatan-kegiatan masyarakat, sosialisasi dengan warga sekitar.Kehadiran pemuda
sangat dinantikan untuk menyokong perubahan dan pembaharuan bagi masyarakat dan
negara.Aksi reformasi disemua bidang adalah agenda pemuda kearah masyarakat
madani.Reformasi tidak mungkin dilakukan oleh orang tua dan anak-anak.Jadi
intinya peran pemuda sekarang ini sungguh sangat memprihatinkan, banyak pemuda
sekarang yang jarang bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat sekitar padahal
dari pemuda lah timbul semangat-semangat yang dapat membuat sebuah bangsa
menjadi besar.Berkurangnya rasa sosialisasi di masyakat juga tidak lepas dari
kecanggihan teknologi sekarang yang semuanya serba instant, mudah dan cepat
tanpa harus bersusah payah.Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa kenyataannya masih
ada pemuda-pemuda yang mengikuti kegiatan-kegiatan masyarakat seperti menjadi
panitia-panitia dalam keagamaan, sosial, perayaan dan semacamnya.
D. 1 Peran pemuda dalam masyarakat
Dibedakan
atas dua hal yaitu :
a) Peranan pemuda yang
berdasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan
lingkungan.
Berdasarkan
peran yang pertama dibedakan atas :
1) Peranan pemuda sebagai
individu-individu yang meneruskan tradisi.
2) Peranan pemuda sebagai
individu-individu yang berusaha menyesuaikan diri.
b) Peranan pemuda yang menolak
untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya
Berdasarkan
peran pemuda yang kedua dibedakan atas :
1) Jenis pemuda urakan
2) Jenis pemuda nakal
3) Jenis pemuda radikal
D. 2 Asas pembinaan dan
pengembangan generasi muda
1) Asas Edukatif
(a) Pembinaan dan pengembangan
oleh unsur di luar generasi muda, didasarkan pada asas :
- Ing ngarso sung tulodo
- Ing madya mangun karso
- Tut wuri handayani
(b) Pembinaan dan pengembangan oleh sesame generasi
muda, didasarkan pada asas :
- Silih asih
- Silih asah
- Silih asuh
2) Asas Persatuan dan kesatuan
bangsa
3) Asas Swakarsa
4) Asas keselarasan dan terpadu
5) Asas pendayagunaan dan
fungsionalisasi
D. 3 Arah pembinaan dan
pengembangan generasi muda
1) Orientasi ke atas kepada Tuhan
Yang Maha Esa
2) Orientasi ke dalam terhadap
dirinya sendiri
3) Orientasi ke luar terhadap
lingkungan
D. 4 Jalur Pembinaan dan
Pengembangan Generasi Muda
a. Kelompok
Jalur Utama
Kelompok
pembinaan dan pengembangan generasi muda lewat jalur utama ini meliputi :
1) Jalur Keluarga
2) Jalur generasi muda
b. Kelompok Jalur Penunjang
Pembinaan
dan pengembangan generasi muda melalui jalur ini meliputi :
1) Jalur sekolah/pra sekolah
2) Jalur masyarakat
c. Kelompok
Jalur Koordinatif
Yang
dimaksud dengan jalur koordinatif disini adalah jalur pemerintah.
Dalam
hubungannya dengan sosialisasi generasi muda khususnya mahasiswa telah
melaksanakan proses sosialisasi dengan baik dan dapat dijadikan contoh
untuk generasi muda, mahasiswa pada khususnya pada saat ini :
1) Peran pemuda/mahasiswa dalam
menegakkan kemerdekaan
2) Peran mahasiswa/pemuda dalam
mempelopori Orde Baru
3) Peran mahasiswa dalam
masyarakat
d. Adat
D. 5 Peranan mahasiswa dalam masyarakat
a. Agen of change
b. Agen of development
c. Agen of modernization
Dalam kehidupan sehari-hari
masyarakat sangat membutuhkan sekali peran pemuda untuk kemajuan kedepannya.Apa
arti pemuda? pemuda adalah sosok individu yang masih berproduktif yang
mempunyai jiwa optimis, berfikir maju, dan berintelegtual. Dan hal yang paling
menonjol dari pemuda ialah dengan cara melakukan perubahan menjadi lebih baik
dan menjadi lebih maju. Dengan semangat 45 pemuda bisa merubah segalanya
menjadi lebih baik.perubahan hampir selalu di majukan oleh para golongan muda.
pemuda merupakan pilar bagi kebangkitan umat. Banyak kewajiban pemuda yaitu
tanggung jawab. kebaikan akan membuat mereka jaya diduniannya contoh dari peran
pemuda dalam masyarakat yaitu :
1)
pemuda dalam mencegah HIV
2)
kepemimpinan dalam Negara dan lain lain
D. 6 Reposisi Gerakan Pemuda
Gerakan
pemuda sebagai gerakan civil society, akan terus menempatkan pemuda pada posisi
pelatuk sekaligus pengawal perubahan. Semangat inilah semestinya terus terjaga
dalam setiap gerakan kepemudaan.Indefendensi sebagai pilihan semangat gerakan
pemuda dan kemandirian sebagai jiwanya, tidak boleh luntur dalam diri setiap
gerakan pemuda.Pemuda jika didefinisikan sebagai masyarakat (social human) yang
memiliki kesadaran organik dan senantiasa bergerak dalam kerangka kelembagaan,
pada era desentralisasi ini, semestinya pemuda dapat menginternalisasi kembali
efektifitas gerakannya. Sebagai jawaban atas peran apa yang semestinya diambil
oleh pemuda dalam mengisi pembangunan daerah, pemuda perlu mereposisi dan
mendefinisikan ulang gerakannya. Posisi pemuda yang sangat strategis dalam
pembangunan daerah, lebih jauh harus diturunkan dalam bentuk lebih
nyata.Seperti sifat, “primordialnya” (lahiriahnya) pemuda yang pada puncak
mobilitas gerakan paling tinggi, sangat berpeluang mengisi peran perekat antar
wilayah.Peran mengintegrasikan elemen masyarakat daerah dalam pembangunan juga
menjadi pilihan yang seharusnya mampu dilakukan dengan baik.Pola gerakan yang
memadukan antara mobilisasi kepentingan masyarakat kedalam kebijakan
pembangunan daerah (pendampingan/pemberdayaan) politik masyarakat lokal, dan
Kontrol sekaligus peningkatan kapasitas aparat pemerintah daerah, tidak
mustahil untuk menjadi pilihan gerakan pemuda pada tingkat lokalitas.
Pemuda dan
pembangunan Daerah, Sejalan dengan semangat desentralisasi, dengan pelimpahan
kekuasaan dan wewenang yang lebih luas kepada pemerintah daerah, membuka
kesempatan bagi setiap masyarakat mengisi pembangunan daerah.Pemuda sebagai
elemen penting masyarakat dalam pembangunan daerah, sudah sepatutnya memaknai
dan mewarnai setiap kebijakan pembangunan daerah.Disinilah pentingnya pemuda
memposisikan diri dan mengambil peran-peran strategis dalam pembangunan daerah
saat ini.
Dalam jejak
rekamnya, pemuda acapkali dalam posisi sebagai pelopor pembaharuan, pelatuk
perubahan sekaligus pengawal perubahan. Semangat perubahan yang menjiwai
semangat desentralisasi mestinya menemukan titik yang sama dengan peran yang
telah melekat dalam diri pemuda. Menterjemahkan peran-peran strategis yang
memberi konstribusi bagi percepatan pembangunan daerah menjadi pilihan yang
tidak boleh berlalu tanpa pemaknaan dari pemuda.Praktek desentralisasi yang
acapkali tidak tepat diterjemahkan oleh pemerintah daerah, perlu terus mendapat
kontrol dari masyarakat. Maka, Pilihan sebagai oposisi (pengontrol
kebijakan)dalam setiap kebijakan pembangunan daerah juga merupakan pilihan
strategis bagi pemuda. Sepatutnya, pemuda tidak lagi hanya dalam posisi
berpangku tangan atau menunggu inisiasi dari pemerintah daerah untuk
bersama-sama berperan mengisi pembangunan daerah.Menginisiasi dan mendorong
konsep pembangunan daerah dalam era desentralisasi ini, sangat terbuka bagi
pemuda.Pemuda yang mampu membaca tanda-tanda zamannya, seyogyanya telah berada pada
pilihan penguatan kelembagaan lokal, guna mendorong kesadaran semua elemen
masyarakat tuk terlibat aktif mendorong percepatan pembangunan daerah.
Akhirnya,
pemuda harus menyadari bahwa, harapan dan cita-cita kemerdekaan akan kedaulatan
sepenuhnya untuk rakyat, dengan semangat demokrasi oleh dan untuk rakyat, di
era desentralisasi ini, ada dipundak para pemuda.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Pengertian Internalisasi,
Belajar dan Spesialisasi
v Internalisasi adalah penghayatan terhadap suatu ajaran, doktrin atau nilai
sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan kebenaran doktrin atau nilai
yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku.
v Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh
suatu perubahan tingkah laku, pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan
nilai-sikap yang tidak disebabkan oleh pembawaan, kematangan, dan
keadaan–keadaan sesaat seseorang, namun terjadi sebagai hasil latihan dalam
interaksi dengan lingkungan.
v Spesialisasi adalah Pengahlian dl suatu cabang
ilmu, pekerjaan, kesenian, dsb.
2. Pemuda dan Identitas
Pemuda merupakan generasi penerus sebuah bangsa, kader bangsa, kader masyarakat
dan kader keluarga.Oleh karena itu, kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah
sebagai mahluk moral. Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer
moral kehidupan bangsa dan pengoreksi. Sebagai mahluk sosial artinya pemuda
tidak dapat berdiri sendiri, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan
norma-norma, kepribadian, dan pandangan hidup yagn dianut masyarakat. Sebagai
mahluk individual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi
disertai ras tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan
terhadap Tuhan Yang maha Esa.
3. Perguruan dan pendidikan
Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki ilmu di bidang keinginannya masing-masing agar bermanfaat
bagi agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Sedangkan perguruan tinggi adalah
satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi disebut Mahasiswa sedangkan
tenaga pendidikan perguruan tinggi disebut dosen. Disinilah seseorang dapat
mengembangkan lebih dalam lagi ilmu-ilmu yang telah didapat dari pendidikan
sebelumnya (SD,SMP,SMA), yang akan berpeluang besar menggantikan generasi
sebelumnya, dan dapat memajukan bangsa dan negaranya.
4. Peran Pemuda dalam Masyarakat
1) Peran pemuda dalam masyarakat
a. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri
dengan lingkungan.
b. Peranan
pemuda yang menolak unsur menyesuaikan diri dengan lingkungannya
2) Peranan mahasiswa dalam masyarakat
a. Agen of change
b. Agen of development
c. Agen of modernization
DAFTAR
PUSTAKA
Abdullah, taufik, Pemuda dan Perubahan Social,
LP3ES, Jakarta, 1974.
Drs. H. Abu Ahmadi, Ilmu Sosial Dasar, Rineka Cipta, Jakarta, 2003.
Drs. H. Abu Ahmadi, Ilmu Sosial Dasar, Rineka Cipta, Jakarta, 2003.
Asih. Materi lengkap Ilmu
Sosial dan Budaya Dasar.
(http://www.ziddu.com/download/2453324/MateriIBD.pdf.html
diunduh pada Senin, 10 Maret 2014 pukul 15.54).
Sofa, Muhaddar. Pengertian,
Tujuan dan Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar. Sumber : http://massofa.wordpress.com/2008/10/21/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup-ilmu-budaya-dasar.html
diunduh pada Senin, 10 Maret 2014 pukul 15.30.
Sofa, Muhaddar. Kajian Sosiologi dan Interaksi
Sosial. Sumber : http://massofa.wordpress.com/2008/02/06/bidang-kajian-sosiologi-dan-interaksi-sosial.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar