Selasa, 21 Juni 2016

Manusia dan Keadilan

Ilmu Budaya Dasar
Manusia dan Keadilan



Di buat oleh :
Rizky Ichsandi
56415186
1IA08









          A.  Pengertian Keadilan


1.    Aristoteles, adalah  kelayakan  dalam  tindakan  manusia.  Kclayakan diartikan  sebagai  titik  tengah  diantara  ke  dua  ujung  ekstrem  yang  terlalu  banyak  dan  tcrlalu sedikit.  Kedua  ujung  ekstrem  itu  menyangkut  dua  orang  atau  benda.  Bila  kedua  orang  tersebut mempunyai  kesamaan  dalam  ukuran  yang  telah  ditetapkan,  maka  masing-masing  orang  harus memperoleh  benda  atau  hasil  yang  sama.  kalau  tidak  sama,  maka  masing-masing  orang  akan menerima  bagian  yang  tidak  sama,  sedangkan  pelanggaran  terhadap  proporsi  tcrsehut  berarti ketidak  adilan.

2.    Plato, Keadilan diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal.

3.    Socrates, Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. sebuah negara ideal akan bersandar pada empat sifat baik,yaitu Kebijakan, Keberanian, Pantangan dan Keadilan.

4.    Kong Hu Cu, Keadilan  terjadi  apabila  anak  sebagai  anak,  bila  ayah sebagai  ayah,  bila  raja  sebagai  raja,  masing-masing  telah  melaksanakan  kewajibannya.  Pendapat ini  terbatas  pada  nilai-nilai  tertentu  yang  sudah  diyakini  atau  disepakati.

          B.  Keadilan Sosial

 Keadilan yang bukan sekedar berbicara tentang keadilan dalam arti tegaknya peraturan perundang-undangan atau hukum, tetapi berbicara lebih luas tentang hak warganegara dalam sebuah negara. Keadilan sosial adalah keadaan dalam mana kekayaan dan sumberdaya suatu negara didistribusikan secara adil kepada seluruh rakyat. Dalam konsep ini terkadung pengertian bahwa pemerintah dibentuk oleh rakyat untuk melayani kebutuhan seluruh rakyat, dan pemerintah yang tidak memenuhi kesejahteraan warganegaranya adalah pemerintah yang gagal.

Dan seperti yang tertera pada sila kelima Pancasila “Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia” yang bermaksud melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. Setiap manusia berhak mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya sesuai dengan kebijakannya masing-masing. Dan dalam perwujudannya dapat diperinci dengan perbuatan dan sikap yang perlu dimiliki :

1.    Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap kekeluargaan dan   kegotongroyongan.
2.       Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta                                      menghormati hak orang lain.
3.       Memberi pertolongan bagi mereka yang membutuhkan.
4.       Gigih dan suka bekerja keras
5.       Menghargai hasil karya dan prestasi orang lain untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Dan dalam mencapai keadilan sosial itu sendiri akan dituangkan pada langkah dan cara kerja seperti berikut :
1.        Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat
2.       Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
3.       Pemerataan pembagian pendapatan
4.       Pemerataan kesempatan kerja
5.       Pemerataan kesempatan berusaha
6.       Pemerataan kesempatan berpatisipasi dalam pembangunan
7.       Pemerataan penyebaran pembangunan
8.       Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan



          C.  Berbagai Macam Keadilan 

1.    Keadilan legal atau keadilan moral, Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya
·       
2.     Keadilan distributif, Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama
·       
3.     Keadilan komutatif, Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.


         D. Kejujuran

Kejujuran  atau  jujur  artinya  apa  yang  dikatakan  seseorang  sesuai  dengan  hati  nuraninya apa  yang  dikatakannya  sesuai  dengan  kenyataan  yang  ada.  Sedang  kenyataan  yang  ada  itu adalah  kenyataan  yang  benar-benar  ada.  Jujur  juga  berarti  seseorang  bersih  hatinya  dari perbuatan-perbuatan  yang  dilarang  oleh  agama  dan  hukum.  Untuk  itu  dituntut  satu  kata  dan perbuatan,  yang  berarti  bahwa  apa  yang  dikatakan  harus  sama  dengan  perbuatannya.  Karena itu  jujur  berarti  juga  menepati  janji  atau  kesanggupan  yang  terlampir  malalui  kata-kata  ataupun yang  masih  terkandung  dalam  hati  nuraninya  yang  berupa  kehendak,  harapan  dan  niat. Seseorang  yang  tidak  menepati  niatnya  berarti  mendustai   diri  sendiri.
 
Berbagai  hal  yang.menyebabkan  orang  berbuat  tidak  jujur,  mungkin  karena  tidak  rela, mungkin  karena  pengaruh  lingkungan,  karena  sosial  ekonomi,  terpaksa  ingin  populer,  karena sopan  santun  dan  untuk  mendidik.



E.  Kecurangan

Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum.



F.   Pemulihan Nama Baik

Penjagaan  nama  baik  erat  hubungannya  dengan  tingkah  laku  atau  perbuatan.  Atau boleh  dikatakan  nama  baik  atau  tidak  baik  itu  adalah  tingkah  laku  atau  perbuatannya.  Yang dimaksud  dengan  tingkah  laku  dan  perbuatan  itu,  antara  lain  cara  berbahasa,  cara  bergaul, sopan  santun,  disiplin  pribadi,  cara  menghadapi  orang,  perbuatan-perbuatan  yang  dihalalkan agama  dan  lain  sebagainya.
Tingkah  laku  atau  perbuatan  yang  baik  dengan  nama  baik  itu  pada  hakekatnya  sesuai dengan  kodrat  manusia,  yaitu  :
1. Manusia  menurut  sifat  dasamya  adalah  mahluk  moral .
2. Ada  aturan-aturan  yang  berdiri  sendiri  yang  hams  dipatuhi  manusia  untuk  mewujudkan dirinya  sendiri  sebagai  pelaku  moral  tersebut.


         G. Pembalasan


Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

Jumat, 03 Juni 2016

Manusia dan Keindahan

Manusia dan Keindahan



      A.    Pengertian Keindahan

Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya.Keidahan identik dengan kebenaran.Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah.Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal.

Jika dihubungkan dengan suatu bentuk.Dengan bentuk itu keindahan berkomunikasi
Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah.
Selain itu terdapat juga pengertian keindahan yang dibedakan menurut luasnya, yaitu :
a.     Keindahan dalam arti luas
b.     Keindahan dalam arti estetis murni
c.      Keindahanan dalam arti terbatas pengertian dengan penglihatan

Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa-bangsa Yunani yang didalamnya juga tercakup pula kebaikan.Banyak yang menyatakan, merumuskan arti dari keindahan ini, seperti Plato, Aristoteles, Plotinus dan bangsa Yunani itu sendiri. Dari semua hal yang disampaikan, pengertian keindahan dalam arti luas meliputi :Keindahan Seni, Keindahan Alam, Keindahan Moral dan Keindahan Intelektual.

Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya.Sedangkan keindahan dalam arti terbatasmemiliki sudut pandang yang lebih sempit, sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.

Dari pengertian-pengertian tersebut, lalu ada 2 nilai penting yang menyangkut Keindahan :
1.     Nilai Ekstrinsik,yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2.     Nilai Intrinsik,yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.

B. Renungan

Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.

1. Teori Pengungkapan.
          Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan) expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud pelbagai gambaran angan-angan seperti misalnya images warna, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar.

2. Teori Metafisik
          Teori seni yang bercotak metafisik merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Paa taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi.

3. Teori Psikologis
          Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu.

C. Keserasian

Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Filsuf Ingris Herbert Read merumuskan definisi, bahwa keindahan adalah kesatuan, dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat di antara pencerapan-pencerapan inderawi kita (beauty is unity of formal relations among our sence-perception).

     D.   Hubungan Manusia dan Keindahan

Manusia dan Keindahan memang tidak dapat dipisahkan, manusia yang memiliki komponen yang secara otomatis dimiliki ketika lahir (nafsu,akal,hati) memiliki hasrat untuk mencari keindahan itu sendiri. Oleh karena itu, kita perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik.Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya.Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia.Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

Keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah.Alam itu ciptaan Tuhan.Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang  selalu bertambah,  sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya.

Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia tersebut telah mempunyai pengalaman dengan keindahan itu sendiri, keindahan yang bersifat visual maupun terdengar. Ada beberapa alasan mengapa manusia menciptakan Keindahan, yaitu :
1.     Tata nilai yang telah using
2.     Kemerosotan zaman
3.     Penderitaan manusia
4.     Keagungan Tuhan










Manusia dan Cinta Kasih


Manusia dan Cinta Kasih

A. Pengertian Cinta Kasih

     Ada beberapa pendapat mengenai pengertian cinta kasih.Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hampir sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

      Walaupun cinta dan kasih mengandung arti yang hampir sama, antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
      
      1.    Eric Fromm dalam bukunya Seni Mencintai menyebutkan bahwa cinta itu terutama memberi,            bukan menerima, dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang          paling penting dalam member adalah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu        menyertakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan                  pengenalan.

       2.     Sarlito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta itu memiliki tiga unsur, yaitu ketertarikan,              keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas        hanya untuk dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang                            menunjukan bahwa antara Anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi sehingga panggilan-panggilan        formal seperti Bapak, Ibu, Saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan              seperti sayang. Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa                  kangen jika jauh dan lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa                sayang. Ketiga unsur cinta tersebut sama kuatnya, jika salah satu unsur cinta itu tidak ada maka          cinta itu tidak sempurna atau dapat disebut bukan cinta.

.              Secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang yang diikuti unsur terikatan, keintiman ,kemesraan dan di sertai dengan belas kasihan, pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab yang diartikan akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan dan kebahagiaan.Ada beberapa pendapat mengenai pengertian cinta kasih.Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hampir sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.


    B. Cinta Menurut Ajaran Agama

      Cinta Diri Sendiri, Secara alami manusia mencintai dirinya sendiri (self love) dan banyak orang yang menafsirkan cinta diri sendiri diidentikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini bernilai negatif. Namun apabila diartikan bahwa cinta diri sendiri adalah mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jamsmani dan rohaninya terpenuhi seimbang  ini bernilai positif. Dengan demikian cinta terhadap dirinya tidak harus dihilangkan tetapi harus berimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik.

Cinta Sesama Manusia / Persaudaraan, Cinta kepada sesama manusia atau persaudaraan (agape.Bahasa Yunani) itu merupakan watak manusia itu sendiri dan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatannya kepada sesama manusia.Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna, bagi dirinya, melainkan dating dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia.Motivasi perbuatan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendirian (manusia sebagai makhluk social) dan sudah merupakan suatu kewajiban.

Cinta Erotis, Cinta yang erat dorongannya dengan dorongan seksual (sifat membirahikan) ini merupakan sifat eksklusif (khusus) yang bias memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu dikarenakan cinta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disi lain Cinta erotis jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sebaliknya jika tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan, biasanya berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak mungkin akan timbul rasa kasih sayang karena yang ada hanya nafsu birahi berhubungan badan saja, dengan uang sebagai bayarannya.

Cinta Keibuan, Kasih sayang itu bersumber dari cinta keibuan, yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan kasih sayang dan naluri alami seorang ibu.

Cinta terhadap Allah, Merupakan puncak cinta manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk cinta yang lain.

Cinta terhadap Rasul, Ini merupakan ideal yang sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.


    C. Pengertian Kasih Sayang
             
           Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta yaitu perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada seseorang. Dalam berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka,  sehingga keduannya merupakan suatu kesatuan yang utuh. Seorang remaja menjadi frustasi, morfinis, berandalan dan sebagainya itu disebabkan karena kekurangan perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.


     D. Kemesraan
      
           Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti perasaan simpati yang akrab. Pada dasarnya, kemesraan adalah perwujudan kasih sayang yang mendalam. Filsuf Rusia, Salovjef pada bukunya makna kasih mengatakan "jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar keluar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain."
    
           Kemampuan mencinta memberi nilai hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita. Betapa agungnya dan sucinya sebuah cinta. Jika seseorang mengobral cinta, maka orang tersebut merusak nilai cinta itu, dan sudah otomatis menurunkan harga dirinya. 


     E. Pemujaan
      
           Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusiakepada tuhannya. Surat Al-Furqon ayat 59-60 menyatakan "Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apadiantara keduanya dalam enam rangkaian masa, kemudian ia bertahta diatas singgasana-Nya. Dia maha pengasih, maka tanyakanlah kepada-Nya tentang soal-soal apa yangdiketahui". "Bila dikatakan kepada mereka, sujudlah kepadatuhan yang maha pengasih".


     F. Belas Kasihan


         Dalam surat Yohanes dijelaskan ada tiga macam cinta, yaitu:
-      1. Cinta Agape: adalah cinta manusia kepada Tuhan
-      2. Cinta Philia: adalah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan
            sudara
-      3. Cinta Amor/eros: adalah cinta antara pria dan wanita
      
            Dalam surat Al-Qolam ayat 4, maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.
   

    G. Cinta Kasih Erotis
      

            Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antar orang yang sama sebanding. Cinta kasih erotis berarti kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Pada hakikatnya cinta kasih ini bersifat eksklusif dan paling tidak dapat dipercaya. Ciri-ciri ekslusivitas dari cinta kasih erotis seling disalahtafsirkan dengan diartikan sebagai suatu hak milik. Cinta kasih erotis mengeksklusifkan cinta kasih terhadap orang lain hanyalah dalam segi-segi fusi erotis dan keikutsertaan selengkapnya dalam semua aspek kehidupan orang-orang lain.