Jumat, 03 Juni 2016

Manusia dan Keindahan

Manusia dan Keindahan



      A.    Pengertian Keindahan

Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya.Keidahan identik dengan kebenaran.Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah.Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal.

Jika dihubungkan dengan suatu bentuk.Dengan bentuk itu keindahan berkomunikasi
Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah.
Selain itu terdapat juga pengertian keindahan yang dibedakan menurut luasnya, yaitu :
a.     Keindahan dalam arti luas
b.     Keindahan dalam arti estetis murni
c.      Keindahanan dalam arti terbatas pengertian dengan penglihatan

Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa-bangsa Yunani yang didalamnya juga tercakup pula kebaikan.Banyak yang menyatakan, merumuskan arti dari keindahan ini, seperti Plato, Aristoteles, Plotinus dan bangsa Yunani itu sendiri. Dari semua hal yang disampaikan, pengertian keindahan dalam arti luas meliputi :Keindahan Seni, Keindahan Alam, Keindahan Moral dan Keindahan Intelektual.

Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya.Sedangkan keindahan dalam arti terbatasmemiliki sudut pandang yang lebih sempit, sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.

Dari pengertian-pengertian tersebut, lalu ada 2 nilai penting yang menyangkut Keindahan :
1.     Nilai Ekstrinsik,yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2.     Nilai Intrinsik,yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.

B. Renungan

Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.

1. Teori Pengungkapan.
          Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan) expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud pelbagai gambaran angan-angan seperti misalnya images warna, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar.

2. Teori Metafisik
          Teori seni yang bercotak metafisik merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Paa taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi.

3. Teori Psikologis
          Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu.

C. Keserasian

Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Filsuf Ingris Herbert Read merumuskan definisi, bahwa keindahan adalah kesatuan, dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat di antara pencerapan-pencerapan inderawi kita (beauty is unity of formal relations among our sence-perception).

     D.   Hubungan Manusia dan Keindahan

Manusia dan Keindahan memang tidak dapat dipisahkan, manusia yang memiliki komponen yang secara otomatis dimiliki ketika lahir (nafsu,akal,hati) memiliki hasrat untuk mencari keindahan itu sendiri. Oleh karena itu, kita perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik.Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya.Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia.Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

Keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah.Alam itu ciptaan Tuhan.Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang  selalu bertambah,  sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya.

Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia tersebut telah mempunyai pengalaman dengan keindahan itu sendiri, keindahan yang bersifat visual maupun terdengar. Ada beberapa alasan mengapa manusia menciptakan Keindahan, yaitu :
1.     Tata nilai yang telah using
2.     Kemerosotan zaman
3.     Penderitaan manusia
4.     Keagungan Tuhan










Tidak ada komentar:

Posting Komentar