Ilmu Budaya Dasar
Merumuskan Nilai Budaya yang Menjadi Keunggulan Bangsa Indonesia
Merumuskan Nilai Budaya yang Menjadi Keunggulan Bangsa Indonesia
Fakultas Teknologi Industri
Rizky Ichsandi
Rizky Ichsandi
56415186
1IA08
1IA08
Kata Pengantar
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih
lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga
saya dapat menyelesaikan makalah tentang nilai kebudayaan keunggulan Indonesia.
Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata saya berharap semoga makalah tentang ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata saya berharap semoga makalah tentang ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Bab I
Pendahuluan
Pendahuluan
Budaya Indonesia adalah
seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing
yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945.
Nilai-nilai budaya merupakan nilai-nilai
yang disepakati dan teranam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi,
lingkungan masyarakat, yang mengukur pada suatu kebiasaan, kepercayaan
(believe), simbol-simbol dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan
satu dan lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan trjadi
atau sedang terjadi.
Bab
II
Isi dan Pembahasan
Isi dan Pembahasan
Theodorson
dalam Pelly (1994) mengemukakan bahwa nilai merupakan sesuatu yang abstrak,
yang dijadikan pedoman serta prinsip – prinsip umum dalam bertindak dan
bertingkah laku. Keterikatan orang atau kelompok terhadap nilai menurut
Theodorson relatif sangat kuat dan bahkan bersifat emosional. Oleh sebab itu,
nilai dapat dilihat sebagai tujuan kehidupan manusia itu sendiri.
Sedangkan
yang dimaksud dengan nilai budaya itu sendiri sduah dirmuskan oleh beberapa ahli
seperti :
Koentjaraningrat
Menurut Koentjaraningrat (1987:85)
lain adalah nilai budaya terdiri dari konsepsi – konsepsi yang
hidup dalam alam
fikiran sebahagian besar
warga masyarakat mengenai hal – hal
yang mereka anggap amat mulia. Sistem nilai yang ada dalam suatu masyarakat
dijadikan orientasi dan rujukan dalam bertindak. Oleh karena itu, nilai budaya
yang dimiliki seseorang mempengaruhinya dalam menentukan alternatif, cara –
cara, alat – alat, dan tujuan – tujuan pembuatan yang tersedia.
Clyde
Kluckhohn dlam Pelly
Clyde Kluckhohn dalam Pelly (1994)
mendefinisikan nilai budaya sebagai konsepsi umum yang terorganisasi, yang
mempengaruhi perilaku yang berhubungan dengan alam, kedudukan manusia dalam
alam, hubungan orang dengan orang dan tentang hal – hal yang diingini dan tidak
diingini yang mungkin bertalian dengan hubungan orang dengan lingkungan dan
sesama manusia.
Sumaatmadja
dalam Marpaung
Sementara itu Sumaatmadja dalam
Marpaung (2000) mengatakan bahwa pada perkembangan, pengembangan,
penerapan budaya dalam kehidupan, berkembang pula nilai – nilai yang melekat di
masyarakat yang mengatur keserasian, keselarasan, serta keseimbangan. Nilai
tersebut dikonsepsikan sebagai nilai budaya.
Selanjutnya,
bertitik tolak dari pendapat diatas, maka dapat dikatakan bahwa setiap individu
dalam melaksanakan aktifitas vsosialnya selalu berdasarkan serta berpedoman
kepada nilai – nilai atau system nilai yang ada dan hidup dalam masyarakat itu
sendiri. Artinya nilai – nilai itu sangat banyak mempengaruhi tindakan dan
perilaku manusia, baik secara individual, kelompok atau masyarakat secara
keseluruhan tentang baik buruk, benar salah, patut atau tidak patut
Suatu
nilai apabila sudah membudaya didalam diri seseorang, maka nilai itu akan
dijadikan sebagai pedoman atau petunjuk di dalam bertingkahlaku. Hal ini dapat
dilihat dalam kehidupan sehari – hari, misalnya budaya gotong royong, budaya
malas, dan lain – lain. Jadi, secara universal, nilai itu merupakan pendorong
bagi seseorang dalam mencapai tujuan tertentu.
Bab III
Kesimpulan
Kesimpulan
Nilai budaya adalah suatu bentuk
konsepsi umum yang dijadikan pedoman dan petunjuk di dalam bertingkah laku baik
secara individual, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan tentang baik
buruk, benar salah, patut atau tidak patut.
Pada buku
Koentjaraningrat banyak sekali permasalahan yang dibahas yang dapat menyadarakan bangsa Indonesia dalam
meningkatkan dan butuhnya proses dalam mendapati nilai-nilai kebudayaan yang
cocok untuk menunjang pembangunan negara. Tentu banyaknya kebudayaan yang
dimiliki Indonesia dapat menjadi kunci untuk pembangunan negara ini, dengan
banyaknya adat istiadat yang berbeda maka makin banyaklah peluang serta ruang
untuk bangsa Indonesia berkembang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar