ILMU BUDAYA DASAR
Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan Kebudayaan
Dibuat Oleh :
Rizky Ichsandi (56415186)
Kelas 1IA08
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen
: Bapak Edi Fakhri
A. Manusia
Manusia
di dunia ini memegang peranan yang unik dan dapat di pandang dalam beberapa
segi. Misalnya, manusia di pandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom
yang membentuk jaringan-jaringan system (Ilmu Kimia). Manusia merupakan
kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan
merupakan kumpulan dari energi (Ilmu Fisika). Manusia merupakan makhluk
biologis yang tergolong dalam golongan mamalia (Ilmu Biologi). Dan dalam
ilmu-ilmu sosial, Manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan
atau selalu memprhitungkan setiap kegiatan, Sering disebut homo economicus
(Ilmu Ekonomi) sertaManusia sebagai makhluk social yang tidak dapat berdiri
sendiri (Ilmu Sosiologi).
Ada beberapa
pandangan yang akan menjadi acuan untuk menjelaskan unsur-unsur yang membangun
manusia. Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait,
yaitu:
1.
Jasad, badan kasar manusia yang dapat kita lihat, raba bahkan di foto
dan menempati ruang dan waktu.
·
2. Hayat, mengandung
unsur hidup, yang di tandai dengan gerak.
·
3. Ruh, bimbingan dan
pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran,
suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya
kebudayaan.
·
4.
Nafs, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran akan
diri sendiri.
Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung tiga unsur, yaitu:
1. Id, merupakan struktur kepribadian yang
paling primitive dan paling tidak tampak. Id merupakan energi psikis yang
irrasional dan terkait dengan sex yang secara instingtual menentukan
proses-proses ketidaksadaran (unconcius).
· 2. Ego, sering disebut “eksekutif”
karena peranannya dalam menghubungkan kepuasan Id dengan saluran sosial agar
dapat di terima oleh masyarakat.
· 3. Super ego,
merupakan struktur kepribadian terakhir yang muncul kira-kira pada usia lima
tahun. Super ego menunjukan pola aturan yang dalam derajat tertentu
menghasilkan kontrol diri melalui sistem imbalan dan hukuman terinternalisasi.
B.
HAKEKAT MANUSIA
1. Makhluk ciptaan
Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Tubuh
adalah materi yang dapat dilihat, dirasa, diraba, wujudnya konkrit tetapi tidak
abadi sedang kan jiwa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, sifatnya abstrak
tetapi abadi dan terdapat dalam tubuh.
2. Makhluk ciptaan
Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainya. Manusia
dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat
dalam jiwa manuia Denhan akal manusia dapat menciptakan ilmu pengetahuan dan
teknologi dan dengan perasaan, manusia mampu menciptakan kesenian. Perasaan
rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :
a. Perasaan Intelektual, berkenaan
dengan pengetahuan.
b. Perasaan estetis, berkenaan
dengan keindahan.
c. Perasaan etis, berkenaan dengan kebaikan.
d. Perasaan diri, berkenaan dengan harga diri
karena ada kelebihan dari yang lain.
e. Perasaan sosial, berkenaan
dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat.
f. Perasaan religius, berkenaan
dengan agama dan kepercayaan.
3. Makhluk
biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi. Manusia merupakan produk dari
saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Dan pada
hakekatnya manusia mempunyai sifat mahluk biokultural yaitu mahluk hayati yang
budayawi. Manusia juga pada hakekatnya adalah mahluk ciptaan tuhan yang terikat
dengan lingkungan (ekologi), yaitu mempunyai kualitas dan martabat karena
kemampuaanya bekerja dan berkarya.
4. Makhluk ciptaan
Tuhan yang terikat dengan lingkungan (Ekologi), Mempunyai kualitas dan martabat
karena kemampuan bekerja dan berkarya.
C.
Kepribadian
Bangsa Timur
Francis L. K. hsu. Sarjana
Amerika keturunan Cina, yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam
ilmu antropologi, psikologi, filsafat, dan kesustraan cina klasik (homeostatis
psikologi).
Hsu telah mengembangkan suatu
konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk social budaya itu mengandung
delapan daerah lingakaran konsentris sekitar diri pribadi.
Sampai sekarang ilmu psikologi di
negara-negara barat itu terutama mengembangkan konsep-konsep dan teori-teori
mengenai aneka warna isi jiwa, serta metode-metode dan alat-alat untuk
menganalisi dan menugukur secara detail variasi isi jiwa individu itu.

Untuk menghindari pendekatan
terhadap jiwa manusia itu, Hanya sebagai subyek yang terkandung dalam batas
individu yang terisolasi, Maka Hsu telah mengembangkan suatu konsepsi, Bahwa
dalam jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya itu mengandung delapan daerah
yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar diri pribadi.
Nomor 7 dan 6, disebut daerah tak sadar dan
sub sadar, yang berada di daerah pedalaman dari alam jiwa individu dan terdiri
dari bahan pikiran dan gagasan yang terdesak kedalam, sehingga tidak disadario
oleh individu dan terlupakan.
Nomor 5, disebut kesadaran yang tidak
dinyatakan, pikiran-pikiran dan gagasan yang didasari oleh individu teteapi
disimpan didalam jiwanya sendiri dan tidak dinyatakan kepda siapapun (karena
malu, takut salah atau sungkan)
Nomor 4, disebut kesadaran yang
dinyatakn secara terbuka (pikiran, gagasan maupun perasaan)
Nomor 3, disebut lingkaran hubungan
karib, mengandung konsepsi tentang manusia, binatang atau benda-benda yang
diajak gaul secara karib.
Nomor 2, disebut hubungan berguna,
fungsi kegunaan (pedagang dan pembeli)
Nomor 0, disebut lingkungan dunia luar,
terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan tentang orang-orang diluar masyarakat
dan Negara Indonesia
Menurut Francis L. K. Hsu, yang
menggambarkan kepribadian manusia adalah daerah lingkungan no.3 hubungan yang
berdasarkan cinta dan kemesraaan dan juga rasa untuk bisa berbakti penuh dan
mutlak merupakan suatu kebutuhan fundamental dalam hidup manusia, tanpa adanya tokoh-tokoh,
benda-benda kesayangan, tanpa Tuhan, tanpa ide dalam alam jiwanya, hidup
kerohanian manusia tidak akan bisa seimbang dan selaras.
Konsep lain adalah konsep Jen.
Dalam budaya Cina yaitu, Manusia yang berjiwa selaras, manusia yang
berkepribadian adalah manusia yang dapat menjaga keseimbangan hubungan antara
diri kepribadiannya dengan lingkungan sekitarnya yang paling dekat.
Kebudayaan Timur, lebih
mementingkan kehidupan rohani, mistik, gotong royong, keramah tamahan dan lain
sebagainya. Kebudayaan Barat, lebih mementingkan kebendaan, pikiran logis, asa
guna dan individualism.
D.
Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan jika dikaji dari asal
kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal.
Dalam baahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti menolah
tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang
dihaslkan oleh akal budi manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat
tinggalnya.
Menurut E.B Taylor (1871) Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai
anggota masyarakat.
Menurut C.A Van Peursen, kebudayaan diartikan sebagai manifestasi
kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan
dengan hewan-hwan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengan alam,
melainkan mengubah alam.
Selo Sumarjan dan Soelaeman
Soemardi “Merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, Rasa dan cipta
masyarakat”. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan
atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam
sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk masyarakat.
E. Unsur-unsur Kebudayaan
Kebudayaan setiap bangsa atau
masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun kecil yang merupakan bagian
dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan. Beberapa orang sarjana ,
telah mencoba mengajukan pendapatnya tentang unsur pokok kebudayaan, misalnya Melville J. Herkovits mengatakan bawa
ada 4 unsur dalam kebudayaan, yaitu alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga,
dan kekuatan politik.
C. Kluckhohn di dalam karyanya
berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, Bahwa ada tujuh unsur
kebudayaan universal yaitu:
1.
Sistem religi, produk manusia
sebagai homo religius.
2.
Sistem organisasi kemasyarakatan, produk dari
mausia sebagai homo socius.
3.
Sistem pengetahuan, produk manusia sebagai
homo sapiens.
4.
Sistem mata pencaharian hidup dan
sistem-sistem ekonomi, produk manusia sebagai homo economicus.
5.
Sistem teknologi dan peralatan, produk manusia
sebagai homo faber.
6.
Bahasa, produk manusia sebagai homo loguens.
7.
Kesinian, produk manusia sebagai aesticus.
F. Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya,
kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu:
1.
Kompleks gagasan, konsep dan pikiran
manusia : Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya
abstrak, tidak dapat dilihat dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang
menganutnya. Sekarang, kebudayaan ideal juga banyak tersimpan dalam disk,
arspi, koleksi micro film dan microfish.
2.
Kompleks aktivitas : Berupa
aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati
atau diobservasi. Wujud seperti ini biasa disebut sistem sosial. Sistem sosial
ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan,
serta bergaul satu dengan yang lain dari detik ke detik, dari hari ke hari dan
dari tahun ke tahun.
3.
Wujud sebagai benda :
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan
peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.
Ketiga wujud kebudayaan tadi, di
kehidupan masyarakat tak akan terpisah satu sama lain. Kebudayaan ideal dan
adat adat istiadat mengatur dan memberi arah kepada tindakan-tindakan dan karya
manusia.
G.
Orientasi Nilai
Budaya
Kebudayaan sebagai karya manusia
memiliki sistem nilai. Menurut C. Kluckhohn dalam karyanya Variation in value
orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, Secara
universial menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1. Hakekat Hidup
Manusia (MH), setiap kebudayaan berbeda secara ekstern, Ada yang berusaha untuk
memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap
hidup sebagai suatu hal yang baik.
2. Hakekat Karya
Manusia (MK), Ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya
memberikan kedudukan atau kehormatan karya merupakan gerak hidup untuk menambah
karya lagi,
3. Hakekat Waktu
Manusai (WM), Ada yang berpandangan mementingan orientasi masa lampau, Ada
pulau yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.
4. Hakekat Alam
Manusia (MA), Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeskploitasi alam
atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin.
Hakekat Hubungan Manusia (MN),
Dalam hal ini yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, Baik secara
horizontal (sesamanya) maupun secara vertikal (orientasi kepada tokoh-tokoh).
Ada pula yang berpandangan individualistis (Menilai tinggi kekuatan sendiri).
H.
Perubahan
Kebudayaan
Masyarakat dan kebudayaan
dimanapun selalu dalam keadaan berubah. Tak ada kebudayaan yang statis, semua
kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Terjadinya gerakan perubahan
kebudayaan disebabkan oleh :
1. Perubahan jumlah penduduk
2. Perubahan lingkungan hidup
Perubahan ini, selain karena
jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya disfungsi kebudayaan,
penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Perubahan sosial dan perubahan
kebudayaan bebeda. Perubahan sosial adalah segala perubahan pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat. Sedangkan perubahan
kebudayaan atau akulturasi terjadi bila ada suatu kelompuk manusia dengan kebudayaan
tertenru dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda
sedemikian rupa.
Proses aklultuasi di dalam
sejarah kebudayaan terjadi dari massa silam. Biasanya, suatu masyarakat hidup
bertetangga dengan masyarakat- masyarakat lainnya. Pasa saat itulah unsur-unsur
masing-masing kebudayaan menyusup. Beberapa masalah yang menyangkut proses tadi
ialah :
1. Unsur-unsur kebudayaan asing
manakah yang mudah diterma
2. Unsur-unsur kebudayaan asing
manakan yang sulit diterima
3. Individu-individu manakah yang
cepat menerima unsur-unsur baru
4. Keterangan-keterangan apakah yang
timbul sebagai akibat akilturasi tersebut.
Unsur-unsur kebudayaan asing yang
diterima adalah :
• Unsur kebendaan
• Unsur yang terbukti membawa manfaat besar
• Unsur yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat
Unsur-unsur yang sulit diterima
adalah :
• Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi.
• Unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.
Faktor yang Mempengaruhi Diterima
atau Tidak Unsur Kebudayaan Baru :
• Terbatasnya masyarakat memiliki hubugan atau kontak
• Pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan
• Sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan
• Dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat
Hubugan antara manusia dan
kebudayaan secara sederhana adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan
kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain hubungan
antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan.
I. Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Hubugan antara manusia dan
kebudayaan secara sederhana adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan
kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain hubungan
antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara
manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis. Proses dialektis tercipta
melalui tiga tahap :
1. Eksternalisasi
: Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya
2. Obyektivitas
: Proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif
3. Internalisasi
: Proses dimana masyarakat kembali dipelajari manusia
Manusia dan kebudayaan, atau
manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang
erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini, kita tidak dapat lagi
membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa
terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu
agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cepat.
FILE POWER POINT :
Klik disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar